Mengatasi Kebosanan Belajar dengan Outdoor Classroom

Mengatasi Kebosanan Belajar dengan Outdoor Classroom
Oleh : Mohamad Ansori, M.Pd.I *)

S
alah satu masalah yang dihadapi guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas adalah masalah kebosanan siswa. Rangkaian kegiatan belajar, mengerjakan PR, materi belajar yang bertumpuk, tugas-tugas yang tambahan yang banyak, membuat siswa merasa tertekan dan bosan. Belajar tidak lagi menjadi kegiatan yang fun, tetapi justru membebani mental mereka. Akhirnya muncullah keluh kesah “ah…sekolah lagi”.
     Menghadapi hal ini, guru dituntut memiliki kreativitas dan inovasi. Sedapat mungkin, guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (enjoyful learning). Kondisi ini diperlukan, agar siswa tidak lagi memandang kegiatan belajar sebagai beban. Sebaliknya menganggapnya sebagai kegiatan yang menantang, menyenangkan, dan membuat mereka ketagihan. Dalam kata lain, suasana belajar di sekolah tidak lagi menjadi beban pekerjaan tetapi menjadi wahana rekreasi, bermain, tumbuh dan berkembang secara bersama-sama dengan teman-teman mereka.
Salah satu alternatif kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih guru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangka adalah outdoor classroom (pembelajaran di luar ruangan). Outdoor classroom merupakan kegiatan belajar yang dilaksanakan di luar ruangan. Kegiatan belajar seperti ini dapat dilakukan di taman, di halaman sekolah, di gazebo, di kebun sekolah, atau di tempat-tempat lain di luar kelas.
Meskipun tempat belajarnya berbeda, tetapi tujuan pembelajaran, materi, metode, strategi, dan sebagainya, tetap sebagaimana pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas. Yang membedakan bukanlah materi dan strategi belajarnya, tetapi tempat dan suasana belajar yang berbeda yang diharapkan menghasilkan suasana belajar yang fresh dan enjoy.
Di berbagai negara maju seperti di Eropa dan Amerika, kegiatan belajar seperti ini telah banyak dikembangkan. Outdoor classroom tidak hanya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan tetapi memberi manfaat lainnya seperti: (1) Tersedianya udara segar yang mengandung banyak okigen, yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan siswa, (2) Tersedianya sinar matahari pagi yang sejuk yang mengandung pro vitamin D yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tulang, (3) Terciptanya suasana yang berbeda yang membuat siswa menjadi lebih termotivasi dalam mengikuti pemberlajaran, dan (4) Dapat digabungkan dengan metode pembelajaran kontekstual dalam menghadirkan benda nyata dalam pembelajaran.
Namun demikian, ada beberapa hal yang harus diantisipasi guru dalam melaksanakan pembelajaran outdoor classroom, antara lain: (1) Keamanan (safety) tetap harus menjadi prioritas utama dalam kegiatan pembelajaran ini. Guru harus yakin bahwa keamanan anak-anak terutama dari binatang buas, binatang berbisa, nyamuk, dan serangga lainnya, yang bisa mengancam keselematan dan kenyamanan anak, (2) Tersedianya tempat terbuka dengan tempat duduk yang paling tidak berkategori nyaman dan bersih, meskipun tidak harus berbentuk kursi (bisa berupa tribun, bangku panjang, kayu atau bambu), (3) Guru harus yakin bahwa dia harus dapat mengendalikan siswa dalam artian semua siswa dapat mendengar dan mengakses informasi yang disampaikannya, dan (4) Perlu menyesuaikan media pembelajaran yang digunakan, sehingga pembelajaran tetap dapat dilaksanakan secara fokus.
Meskipun dirasa menguntungkan, outdoor classroom ini juga memiliki kerugian. Salah satunya adalah focus dan konsentrasi belajar siswa. Siswa dengan kategori tertentu, misalnya siswa yang sudah biasa “bandel”, biasanya memanfaatkan kesempatan seperti ini untuk bersenda gurau, bermain-main, dan tidak fokus pada kegiatan belajar. Oleh karena itu sedapat mungkin guru menguasai kelas atau jika tidak mendapatkan bantuan dari teman sejawat untuk mengawasi dan mengendalikan siswa.

*) Penulis adalah Guru di SD Islam “Bayanul Azhar” Bendiljati Kulon
Kecamatan Sumbergempol Tulungagung






Ilustrasi : Tempat Belajar Outdoor Classroom

Comments