Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh anak didik kita di abad 21 adalah kompetensi komunikasi. Kompetensi ini tidak hanya menyangkut kemampuan dalam menguasai penggunaan teknologi informasi, tetapi juga penggunaan bahasa Internasional sebagai media utama dalam berkomunikasi. Tanpa itu, mustahil anak didik kita dapat berkomunikasi dengan orang lain di luar negeri. Padahal di abad 21 ini pergaulan dunia sudah tidak lagi terbatas ruang dan waktu, sehingga siapa saja dapat berkomunikasi dengan orang lain dengan mudah, meskipun terpisah jarak ribuan kilometer jaraknya.
Suatu seorang, seorang anak muda kesulitan menjawab pesan yang disampaikan sebuah perusahaan besar yang ada di luar negeri. Anak ini memiliki kemampuan desain grafis yang sangat baik dengan mengunggah portofolionya di akun media sosial yang dimiliki. Ia seringkali menerima pesanan pembuatan karya grafis dari orang-orang disekitarnya, lalu meluas ke orang lain melalui jejerang media sosialnya, dan saat ini mulai ada perusahan besar skala internasional yang menawari kesempatan menunjukkan karyanya. Perusahaan itu mengirimkan surat elektronik dan mengatakan jika ia tertarik dengan karakteristik desainnya.
Sungguh, secara finansial, hal itu merupakan kesempatan yang besar sekali. Pendapatan tidak lagi diukur oleh rupiah, tetapi oleh US Dolar dengan standar pembayaran Amerika Serikat. Artinya, dengan sekali kerja pemuda ini akan mendapatkan berkali-kali lipat dari pendapatannya. Bayangkan, dengan kerja sekali dengan pendapatkan lebih dari sepuluh kali lipat. Siapapun akan tertarik untuk mendapatkannya. Tapi apa yang terjadi? Pemuda ini kesulitan menerjemahkan surel yang di dapatnya, dan tentu saja akan menghambat komunikasi berikutnya.
Kasus di atas menunjukkan, betapa kemampuan berkomunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan kita. Dunia ini sudah menjadi sangat sempit dengan adanya perkembangan sain dan teknologi. Kompetensi komunikasi, khususnya penggunaan bahasa Internasional, merupakan hal penting yang harus disiapkan, disamping menyiapkan kompentsi utama mereka. Banyak kesempatan yang terbuang karena kelemahan kita dalam berkomunikasi, banyak kerugian diderita perusahaan, gara-gara mis-komunikasi.
Di desa-desa, kita juga banyak menemui orang-orang kreatif dengan karya orisinil dan khas. Produk mereka bisa jadi tidak kalah bagus dengan produk-produk yang dihasilkan oleh orang lain di luar negeri. Petani-petani kita, dapat bercocok tanam dengan baik dan menghasilkan produk-produk yang luar biasa. Tanah Indonesia yang subur makmur merupakan tempat yang tepat untuk menanam hampir semua tanaman yang ada di dunia. Produk buah-buahan dan sayur di berbagai tempat di Jawa dan Sumatera, merupakan produk-produk yang unggul berkelas dunia.
Namun kenapa di pasar internasional seperti Singapura dan Arab Saudi produk buah kita tidak menguasai pasar? Salah satunya adalah karena petani-petani kita tidak menguasai teknologi informasi serta belum memiliki kompetensi komunikasi internasional yang mumpuni. Kita bukannya tidak mampu menghasilkan produk terbaik, tetapi kita masih belum berhasil mengkomunikasi produk terbaik kita itu. Kita bukannya tidak mampu, tetapi belum bisa mengkomunikasikan kemampuan kita.
Oleh karena itu, sejak dini seharusnya sekolah-sekolah sudah merancang pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi internasional. Pembelajaran bahasa Inggris misalnya, bukan dalam rangka mempelajari bahasa orang lain, tetapi dalam rangka menyiapkan anak-anak kita agar dapat mengambil peran penting dalam percaturan dunia.
Suatu seorang, seorang anak muda kesulitan menjawab pesan yang disampaikan sebuah perusahaan besar yang ada di luar negeri. Anak ini memiliki kemampuan desain grafis yang sangat baik dengan mengunggah portofolionya di akun media sosial yang dimiliki. Ia seringkali menerima pesanan pembuatan karya grafis dari orang-orang disekitarnya, lalu meluas ke orang lain melalui jejerang media sosialnya, dan saat ini mulai ada perusahan besar skala internasional yang menawari kesempatan menunjukkan karyanya. Perusahaan itu mengirimkan surat elektronik dan mengatakan jika ia tertarik dengan karakteristik desainnya.
Sungguh, secara finansial, hal itu merupakan kesempatan yang besar sekali. Pendapatan tidak lagi diukur oleh rupiah, tetapi oleh US Dolar dengan standar pembayaran Amerika Serikat. Artinya, dengan sekali kerja pemuda ini akan mendapatkan berkali-kali lipat dari pendapatannya. Bayangkan, dengan kerja sekali dengan pendapatkan lebih dari sepuluh kali lipat. Siapapun akan tertarik untuk mendapatkannya. Tapi apa yang terjadi? Pemuda ini kesulitan menerjemahkan surel yang di dapatnya, dan tentu saja akan menghambat komunikasi berikutnya.
Kasus di atas menunjukkan, betapa kemampuan berkomunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan kita. Dunia ini sudah menjadi sangat sempit dengan adanya perkembangan sain dan teknologi. Kompetensi komunikasi, khususnya penggunaan bahasa Internasional, merupakan hal penting yang harus disiapkan, disamping menyiapkan kompentsi utama mereka. Banyak kesempatan yang terbuang karena kelemahan kita dalam berkomunikasi, banyak kerugian diderita perusahaan, gara-gara mis-komunikasi.
Di desa-desa, kita juga banyak menemui orang-orang kreatif dengan karya orisinil dan khas. Produk mereka bisa jadi tidak kalah bagus dengan produk-produk yang dihasilkan oleh orang lain di luar negeri. Petani-petani kita, dapat bercocok tanam dengan baik dan menghasilkan produk-produk yang luar biasa. Tanah Indonesia yang subur makmur merupakan tempat yang tepat untuk menanam hampir semua tanaman yang ada di dunia. Produk buah-buahan dan sayur di berbagai tempat di Jawa dan Sumatera, merupakan produk-produk yang unggul berkelas dunia.
Namun kenapa di pasar internasional seperti Singapura dan Arab Saudi produk buah kita tidak menguasai pasar? Salah satunya adalah karena petani-petani kita tidak menguasai teknologi informasi serta belum memiliki kompetensi komunikasi internasional yang mumpuni. Kita bukannya tidak mampu menghasilkan produk terbaik, tetapi kita masih belum berhasil mengkomunikasi produk terbaik kita itu. Kita bukannya tidak mampu, tetapi belum bisa mengkomunikasikan kemampuan kita.
Oleh karena itu, sejak dini seharusnya sekolah-sekolah sudah merancang pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi internasional. Pembelajaran bahasa Inggris misalnya, bukan dalam rangka mempelajari bahasa orang lain, tetapi dalam rangka menyiapkan anak-anak kita agar dapat mengambil peran penting dalam percaturan dunia.

Multi skills yang harus di kuasai.
ReplyDeletePR para pendidik dan pemerintah dalam menjawab persoalan ini
Benul bunda...
DeleteMenguasai komunikasi memang penting..
ReplyDelete